Showing posts with label Let it be. Show all posts
Showing posts with label Let it be. Show all posts

Saturday, August 10, 2013

Melewatkanmu

Melewatkanmu, dilembaran hariku.
Slalu terhenti dibatas senyumanmu.
Walau berakhir, cinta kita berdua, hati ini tak ingin dan selalu berdusta.
Melupakanmu, takkan mudah bagiku.
Slalu kucoba namun aku tak  mampu, membuang semua kisah yg tlah berlalu, disudut relung hatiku yang membisu kumerindukanmu.
Harusnya ku tlah melewatkanmu, menghapuskanmu dari dalam benakku. Namun ternyata sulit bagiku, merelakanmu pergi dari hatiku selalu ingin dekat tubuhmu, namun aku tak bisa karna kau tlah bahagia.

-ADERA-

Friday, July 19, 2013

belum rezeki

duduk manis, memperhatikan sebuah kotak bersampul biru,
berharap benda itu terbuka dengan sendirinya.
Sampai kapan?
entahlah..
berhari aku menanti, dan belum juga terbuka
ah aku jadi enggan berharap..
seorang wanita lari tergopoh dan memungut kotak itu.
menatapku sebentar, lalu membawa pergi benda itu
baiklah, kotak itu ada pemiliknya..
aku tersenyum.
belum rezeki ra.. 

Saturday, July 13, 2013

DUA

"DUA", sudah pasti adalah angka, urutan, nomor dan yang pasti bukan yang pertama. kecuali yang terucap adalah "SATU". Hahaha, agak bingung ya menuliskan cerita yang satu ini. Saya sedang terkena musibah, ya apapun itu yang merunut duka dan mengena ke hati tetap disebut musibah bukan? :D

Menjadi yang keDUA dalam hati seseorang ,atau menjadi yang ke DUA untuk dipilih di bidang lain, atau menghadapi berbagai pilihan dan itu ada DUA. itu membuat saya tidak tenang, sungguh. Terpikirpun tidak pernah, bahkan tidak pernah mau jika ada yang menawarkan. Dalam hal apapun. Tapi kini saya terjebak dalam logika dan hati saya sendiri.

 Berada di "DUA DUNIA", dunia maya dan dunia nyata. Seolah tengah menjalani sandiwara teater yang menegangkan. Berhadapan dengan beberapa lawan main dengan kualitas akting yang luar biasa. Lelah? pasti.

Saat ini rasanya detik sedang tak bersahabat denganku, aku ingin pergi dari detik yang berdetak, atau menghentikan detik, sebentaaarrr saja...untuk kunikmati apa yang kugenggam sekarang  Apakah bisa? Tentu tidak, aku bukan siapa - siapa yang bisa menghentikan waktu.

Aku menangisi detik yang bergulir begitu cepat, dalam hitungan jam, bahkan hari, saya tak lagi berada di dunia nyata. Tak pula di dunia mimpi. Terombang ambing oleh ombak raya. Tak kusangka aku menjadi gadis yang murah menorehkan air mata.

Kepada siapa aku dapat bertanya? Kepada siapa aku dapat percaya?
Bertumpu pada ujung kaki, berharap tak ada lelahnya kaki ini melangkah. 

Tuhan, mengapa DUA yang ada sekarang. 
Kamu, dia, bahkan mereka.

Kembali aku menelan ludah saat melihat DUA didepan mata. 

Diam, enggan bergerak melawan waktu, dan DUA.

Saturday, June 29, 2013

abu - abu


Dalam langkahku menepi
Mencoba menelaah arti perjalanan ini
Kemana kita menuju? 
Mencoba menerka tingkah polah jiwa ini
Dalam rintik hujan kupercepat langkahku
Aku ingin menepi, berteduh dari sepi
Mencoba untuk tak lagi membodohi diri sendiri
Tak ingin mengingkari lagi karena aku lelah berlari
Sekuat tenaga menyanggah rasa 
Sekuat virus menularkan kerinduan
Di sela jemariku rengkuh genggammu memudar
Dan aku tetap melangkah
Denganmu si abu - abu..

Thursday, June 13, 2013

ini yang terakhir..

Seolah tak ada lelahnya kaki ini berjalan, meski telah terseok, tertatih, hingga terlantak.
Mungkin aku terlalu menikmati taman duniawi yang terpampang indah.
Tanpa aku pernah menyadari bahwa semua fana.
Bahwa nyata atau tidaknya bunga, aku pun belum mampu.
Rintik hujan kembali membasahi langkahku.
Tertatih aku melangkah pergi dari lingkaran tak berujung ini.
Entah berapa kali aku berjanji pada mama untuk tak pergi ke sembarang tempat.
Agar tak tersesat dan menangis.
Mama, aku berjanji, ini akan menjadi yang terakhir.

Monday, June 3, 2013

diam

Diam, dan mengundang tanya. 
Diam, menyembunyikan jiwa yang terguncang.
Diam, dan menutup mata.
Diam, bersembunyi dibalik ketakutan.
Diam, berurai air mata.
Diam, mencari arti.
Diam, menelan kenyataan.
Diam, membuka mata.
Diam, dan pergi.

Tuesday, July 10, 2012

tak ada yang abadi

"tak ada yang abadi",mungkin itu adalah kalimat yang benar - benar nyata dan ada.
setiap helai nafas dan jantung yang berdetak, adalah milik Allah.
semua yang bernyawa akan kembali padaNYA.
Kemarin (9/7), seorang ibu, tante, saudara tercinta kami,mengehembuskan nafasnya yang terakhir.
Seketika kami sekeluarga dirundung duka yang mendalam.Virus kanker menggerogoti tubuhnya perlahan tetapi pasti melalui proses di 3 tahun terakhir ini. Aku memanggilnya Tante Elly, beliau adik perempuan mama (yang urutannya tepat dibawah mama). Aku terbilang cukup dekat dengannya. sejak beliau sakit dan sering bolak balik Jakarta - Palembang, intensitas tersebut membuat kami jadi sering bertemu dan bercengkrama.
Beliau sering bercerita tentang keluarga besar kami, kenanganku sewaktu kecil, almarhum papa, almarhum kakek - nenek dan masa muda beliau sendiri. Tak jarang pula aku bercerita mengenai kehidupanku saat ini, dan juga beberapa kali beliau tidur denganku selama di jakarta. Aku suka sekali jika bercerita padanya, karena selalu diberikan respon atau saran yang positif. 
Hingga saat berita duka itu tiba, seakan aku tak ingin mempercayai semua ini. Terngiang segala pesan yang pernah diucapkan olehnya, air mataku terus membanjiri pipi. Sedih akan kenyataan terjadinya firasat yang telah kurasakan sejak lama. Tersadar bahwa segala yang kita punya adalah titipan Allah dan akan kembali padaNYA, pun itu diri kita sendiri. 
Belajar untuk ikhlas menerima dan melepas apapun yang tengah kita genggam, takkan abadi.. pasrah kepada segala ketetapan Allah SWT, dan percaya pada Qada dan Qadar. 
Hanya bisa berdoa dan berharap beliau diberi tempat terbaik oleh Allah SWT begitupun Papaku.

Dan malam ini, kucing kesayangan keluarga kami yang diberi nama Okem pun turut menghembuskan nafas terakhirnya. Virus jamur yang masuk melalui lapisan bawah kulit(bulu) menumbuhkan jamur disekujur tubuhnya, dan aku terlambat untuk membawanya ke dokter hewan. Ketika pagi tadi aku membawanya ke Pet Shop langganan kami untuk dimandikan dan di vaksinasi, ternyata suhu tubuh dan kondisi jantungnya sudah sangat melemah..sehingga tidak memungkinkan lagi untuk diinfus. Dokter memberi aku 2 pilihan, suntik mati, atau infus yang akan bertahan selama 12 jam. Tentu aku memilih infus sebagai upaya terakhir penyelamatan jiwa okem. Ternyata Allah berkehendak lain, mungkin ini adalah cara Allah agar tidak terlalu tersiksa. Dua hari berturut - turut aku mendapat kabar duka yang sungguh menyedihkan. 
Ikhlas..ikhlas dan ikhlaskan hati ini ya Allah...bahwa semua yang ada di dunia ini adalah titipan Allah dan semua akan kembali padaMU. 

♥See you in another life aunty... :'(

Thanks for being my little sister,i'll be missing you Okem.. :'(

Tuesday, June 26, 2012

rainbow,not sunshine..

i realized,that nothing last forever in this world 
the beautiful colors on my rainbow not always be there
ya seems like you
you just come after the rain, and then disappeared
and when a wind storm, I'm still danced alone on the drizzle..


"Life is not about waiting for the storm passed, but how wecan dance in a storm."


Rainbow,is the real you, not Sunshine..



Friday, June 22, 2012

Cukup 3 hari.

Hollaaa....untuk keDua kalinya saya harus check in di sebuah tempat bernama Rumah Sakit. Beberapa kali jatuh bangun dengan segala macam penyakit 'manja' dan akhirnya benar - benar dibuat drop oleh si Virus.


Selasa malam, 19 Juni 2012
saya menuju UGD dengan suhu tubuh tinggi memanas dan letih lunglai. Hingga hasil laboratorium menyatakan bahwa saya mengidap Leukosit berlebih yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan Demam,Asam lambung meningkat dan Lemas. (menurut  saya sih,bahasa gaulnya kecapean.)
Dokterpun menyarankan untuk opname. Setelah mendapatkan kamar, saya terlelap sendiri karena mama tidak bisa menemani.


Rabu, 20 Juni 2012
Hari kedua, keadaan belum banyak perubahan, tapi Alhamdulillah termometer menyatakan bahwa demamku mulai turun. Tapi lidah masih tetap pahit. Keadaan semakin membaik ketika para penjenguk membawakan buah tangan sesuai kesukaanku , hehehe. Maklum,namanya juga lagi sakit, pasti dimanja banget, hehehe.


Kamis, 21 Juni 2012.
Hari ketiga dan juga malam terakhir  saya  berada disini. Kondisi semakin membaik dan  saya  ingin segera pulang. Karena kesepian juga sih 3 malam di rumah sakit dan sendirian, hehehe.


3hari berada disini,  aku  banyak belajar. Belajar mandiri, belajar menghargai kesehatan, dan belajar ikhlas untuk menerima apapun suratan takdir Allah. Ketika malam datang, aku kembali akan terlelap sendiri, disaat itu aku benar - benar merasa kesepian. Terasa begitu berat melalui apa yang telah luluh lantak di jiwa ini.



3hari berada disini, membuatku mengerti, bahwa sakit yang ada semua berasal dari hati. Ketidak ikhlasan hati ini belum mampu melepas semua yang telah terjadi. Dan aku mengerti, bahwa ini jalan hidup yang harus kulalui. Aku tak boleh lagi takut untuk kembali menciptakan mimpi.


3hari berada disini, teringat sejumlah mata pelajaran yang Allah beri sejak awal tahun hingga pertengahan tahun 2012 ini. Kuikhlaskan jiwa dan hati ini untuk melepas segala rasa lelah, perih, benci, dan sakit hati. Kubuka lembaran baru dengan rasa yang baru, dan hati yang bersih. 


3hari berada disini, dan untuk segala hal yang telah berlalu, Hati, aku ingin berdamai. 


"hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.."  - Moammar Emka

Wednesday, June 6, 2012

detik terus berlalu..

beberapa waktu yang lalu sampai kapanpun aku tak tahu
waktu yang mendeteksi hanya dirimu
detik yang terus berlalu
musim semi menjadi kemarau
meski rintik peluh berjatuh
hingga letih ini mengaduh
terdiam membisu di ujung jalan itu
air mata langit, jatuh semakin mengkeruh
menanti waktu,
hanya kau dan Tuhan yang tahu..



Wednesday, May 23, 2012

ini wanita

Wanita tidak pernah menuntut banyak,
 hanya pengertian.
Kadang wanita terlihat sangat manja, banyak maunya,
 atau mungkin dimata pria, wanita hanya makhluk yang menyusahkan.
Tapi ketauhilah, wanita masih tetap berdiri tegar meski pria telah menghantamnya dengan banyak rasa sakit yang menderita.
Wanita masih tetap seperti orang yang sama ketika pria berusaha pergi dan menghindar, lantas datang kembali membawa asa.
Meski wanita terlihat tidak perduli,
Meski wanita terlihat mengacuhkan,
tapi percayalah, jauh dilubuk hatinya,
Wanita punya sejuta doa untuk pria.
Inilah wanita..

Tuesday, May 22, 2012

belajar dari dhika

Setelah sekian lama hilang contact, akhirnya saya ketemu lagi sm sahabat lama saya. Sahabat SMP tepatnya. Dhika yang gw kenal itu anaknya manja, dan keras kepala. Yaa gak beda jauh deh sama saya,hehehe. Pertemuan kala itu dhika bercerita mengenai kepergian sang pacar ke pangkuan illahi. Rona kesedihan terpancar jelas diwajahnya. Namun dia tetap tersenyum menceritakan segala hal tentang sang pacar dan menerima bahwa semua ini adalah takdir Allah. Sejuta rasa rindu yang menumpuk, membuatnya berharap akan hadirnya sang pacar didalam mimpinya.
Aku terpaku diam mendengar ceritanya. Akupun saat ini tengah merasa kehilangan seseorang yang kusayang. Entah apa namanya, tapi kalimat terakhir yang kuterima adalah mencoba untuk sendiri - sendiri dan saling introspeksi diri. 
Oke,cukup curcolnya,kita kembali ke dhika. :)
Ketika dhika bercerita detik - detik kepergian sang pacar, hatiku terenyuh.
Aku tak pernah bosan untuk mendengarkan, meski dhika sudah berkali - kali bercerita. 
Hingga kini aku masih belum bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Dhika. Kehilangan orang tersayang disaat segalanya terasa indah. Sang pacar pergi dan tak akan pernah kembali. Sedangkan aku? meski si dia pergi, mungkin sesekali waktu aku masih bisa menemuinya.
itulah kematian. Takdir Allah yang tak bisa diterka oleh siapapun. 

Aku teringat ucapan dhika kala itu,"Gwpun pernah break sm dhyo karena masalah yg sama kya lo. Dan disitulah akan terlihat usaha kita dalam memperjuangkan hubungan ini. Jika kita memang sama-sama sayang, gw akan berubah dan saat itu dhyo juga berubah. gw harus pengertian,dan dhyopun juga harus mengerti. itulah Relationship. 

Aku kembali berpikir dengan apa yang sebenarnya terjadi, bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi moment introspeksi dalam suatu hubungan itu memang dirasa perlu, untuk kedepannya agar menjadi sama - sama berbah menjadi yang lebih baik. 

Entah apa yang harus kulakukan sekarang, aku begitu pasrah pada keputusan Allah.  Aku harus ikhlas menerima segala takdir Allah, meski harus kehilangan Dia yang saat ini menjadi kesayanganku. Karena mungkin dilain waktu nanti aku masih bisa bertemu dengannya, bukan seperti dhika yang tidak akan pernah bertemu Dhyo lagi di dunia.

don't ever feel alone, because you're never be alone in mortality. although later,we will die alone..

Tuesday, March 13, 2012

mencintaiku? mudah..

Mencintaiku itu mudah, aku tak pernah membuat daftar atau syarat apapun untuk seseorang dapat mencintaiku karena aku yakin, Tuhan maha mengetahui apa yang terbaik untukku.


Mencintaiku itu mudah, aku hanya tak ingin dibohongi. Aku tak ingin diberi kepalsuan atas perhatianmu.


Mencintaiku itu mudah, aku hanya ingin terus merasakan kebahagiaan dengan orang yg menyayangiku.


Mencintaiku itu mudah, aku ingin dicintai dengan sederhana, sesederhana senyum ramah milikmu.


Mencintaiku itu mudah, aku hanya ingin disayangi dengan baik, tulus dan jujur dari hatimu.


Mencintaiku itu mudah, janganlah kau samakan dengan semudah mematahkan hatiku..


Mencintaiku itu mudah, tak sesulit aku mencintaimu..

Friday, February 24, 2012

aku biasa

aku dihadapkan oleh sebuah kebiasaan baru
kebiasaan yang membuatku terbiasa
dan kujalani sebagai orang biasa
memaksaku untuk menjadi terbiasa
dengan biasa saja harusnya akan menjadi luar biasa
jikalau aku dapat memilih,
aku ingin kebiasaan ini dapat menjadi hal yang luar biasa
luar biasa aku dapat mengubah hal yang biasa
bukan tak mungkin,
itu mungkin
selama aku dapat terbiasa 
dengan cara biasa
agar menjadi luar biasa



Saturday, January 28, 2012

Belajar

Belajar itu satu kata yg paling males untuk didenger,apalagi dipraktekkan dalam kehidupan sehari - hari. Pun itu baik atau tidak mendengar kata itu saja rasanya hati sudah lelah. Tapi lain dikehidupan nyata ketika kita telah menghadapi satu fase lain untuk mendalami sesuatu. Belajar,itu wajib dilakukan. Misalnya saja, ketika kita memasuki dunia baru, mengenal orang baru, dan mungkin bertemu kegiatan yang baru.

Well,ga usah jauh-jauhlahya.. ketika kita baru kenal sm seseorang,kita pasti akan belajar mengenal sejauh apa, bagaimana, dan seperti apa. Lain lagi ketika kita telah menjalin hubungan dengan seseorang, pasti akan belajar (lebih giat lagi) untuk memahami dan mengerti.
Dalam cerita belajar terhadap seseorang ini, seharusnya adalah 'saling' bukan hanya 'saya' atau 'dia'. Dari dua orang yang saling berhubungan,jika hanya satu saja yg belajar,sedangkan yg satu tidak mau mempelajari, itu berarti hanya satu yg berjuang,dan itu berarti tidak akan bertepuk tangan di akhir cerita.

Saya sebenernya males banget yg namanya 'belajar'..menurut saya kata-kata itu hanya cukup dipakai sampai kelas 3SMA,hehehe. Ternyata nggak loh,bahkan sampai detik ini saya masih tetep harus belajar. Belajar tentang apapun yg bisa saya pelajari. Bukan hanya sekedar ilmu eksak atau sosial saja,tapi belajar itu lingkupnya super luas. Belajar mengenai kehidupan tepatnya.
Saya belajar dari kebaikan
Saya belajar dari kesakitan
Saya belajar dari kelebihan
Saya belajar dari kekurangan
Saya belajar dari kesulitan
Saya belajar dari kemudahan
Saya belajar dari kebahagiaan
Saya belajar dari kesedihan
Dan dari semua itu saya belajar bersyukur kepada Allah..telah membuat saya masih kuat berdiri hingga detik ini disini. Ditempat ini.
Hingga pada akhirnya kita tidak akan pernah memungkiri bahwa hidup kita penuh pelajaran yang harus dan wajib kita pelajari.
Belajar tertawa ketika terluka
Belajar tersenyum dikala gundah
Belajar menerima kenyataan meski pahit
Belajar berpikir positif dalam ketidakmungkinan
Dan mama adalah satu-satunya orang tersabar yg pernah saya temui. Dan tidak pernah bosan mengajari anaknya yang tak kunjung pintar ini. Tidak ada habisnya ya jika bercerita tentang mama,jadi di skip aja ----"
Tapi dari sekian banyak pelajaran, ilmu yang paling sulit saya pahami adalah ilmu ikhlas.
Ikhlas menerima dizalimi
Ikhlas menerima dibohongi
Ikhlas menerima apapun yang telah menjadi takdirNYA.

Ikhlas, ikhlas dan ikhlas...kata yang begitu mudah diucapkan tapi begitu sulit dilakukan.

Apapun yang terjadi,saya tetap yakin Allah tidak akan pernah membiarkan hambanya untuk terus belajar hingga tidak pintar. hehehe.

3T : Telan, Telaah, dan Tanamkan
menerima segala peristiwa yang tejadi  dalam kehidupan kita,pahami hikmahnya dan jadikan pelajaran agar tidak terjatuh lagi kedalam lubang yang sama.

Belajar,belajar dan belajar. Selamat Belajar teman - teman. :')







amarah tanah

tanah yang basah dan langit yang memerah
seolah alam kembali marah
angin bertiup tiada arah
burung terbang kian merendah

mencoba menerka akan tingkah polah tanah
awan semakin hitam
bak laskar penghujat kegelapan
bumi tiada lagi indah..

aku terpaku menatap semua itu..
aku perih..
aku merintih..
maduku mengering..
kumbang menghampiri bunga yang lain..
kelopakku berguguran satu persatu..
jatuh ke tanah..
meninggalakn amarah semerah tanah..