Showing posts with label blackside. Show all posts
Showing posts with label blackside. Show all posts

Thursday, June 27, 2013

rasa..

Aku menyimpannya begitu rapih.. dilapisan terdalam hatiku. Percayalah, takkan terjamah oleh siapapun, sekalipun itu kamu, takkan kuizinkan mencabiknya.

Thursday, June 13, 2013

ini yang terakhir..

Seolah tak ada lelahnya kaki ini berjalan, meski telah terseok, tertatih, hingga terlantak.
Mungkin aku terlalu menikmati taman duniawi yang terpampang indah.
Tanpa aku pernah menyadari bahwa semua fana.
Bahwa nyata atau tidaknya bunga, aku pun belum mampu.
Rintik hujan kembali membasahi langkahku.
Tertatih aku melangkah pergi dari lingkaran tak berujung ini.
Entah berapa kali aku berjanji pada mama untuk tak pergi ke sembarang tempat.
Agar tak tersesat dan menangis.
Mama, aku berjanji, ini akan menjadi yang terakhir.

Monday, June 3, 2013

diam

Diam, dan mengundang tanya. 
Diam, menyembunyikan jiwa yang terguncang.
Diam, dan menutup mata.
Diam, bersembunyi dibalik ketakutan.
Diam, berurai air mata.
Diam, mencari arti.
Diam, menelan kenyataan.
Diam, membuka mata.
Diam, dan pergi.

Thursday, December 13, 2012

silent is gold.

Silent is gold. 
Mungkin itu yang saya lakukan saat ini. Bungkam dan tersenyum saat menjawab pertanyaan dari orang - orang disekeliling saya. Atau menjawab se-alakadarnya. Enggan menanggapi yang bukan menjadi urusan saya. Eh, urusan saya sih sebenernya.. cuma udah malas banget menanggapinya.
"BODO AMAT" teriak hati saya. Dan membiarkan semuanya bergulir termakan waktu. 
Sejujurnya sedikit agak gerah dengan pernyataan - pernyataan yang terujar dari mulutnya, meski saya hanya dengar dari orang lain. Bahwa saya dibilang melakukan hal - hal yang tidak pernah saya lakukan. Mmmhh...rasanya saya gak seburuk itu deh sifatnya. Eh tapi ini bukan pembenaran diri loh. Dan lagi - lagi hati saya berteriak, "BODO AMAT", seraya tersenyum menanggapinya. 
Untuk apa saya marah? toh saya tidak merasa melakukan hal itu.
Biarlah kafilah berlalu, mungkin kamu memang sengaja ingin saya semakin terpuruk atau ingin melihat saya menangis? entahlah.
Kembali saya tersenyum dalam diam. Bukan sok bijak, tapi aslinya lebih ke biarin ajalah.
Permasalahan saya kali ini cukup menyebalkan, dari awal terjadi, saya memilih untuk diam dan hanya bercerita ke dua orang anak manusia. Justru saya kaget, ternyata kamu yang bercerita kemana-mana. Waduh...ini sih namanya menjatuhkan. 
Tapi yaudahlah ya..mungkin kamu bahagia dengan cara ini.
Kembali tersenyum dan lagi - lagi tersenyum melihat tingkah orang - orang itu.
Tapi sekali lagi, bukan sok bijak, tapi saya memang gak ingin banyak bicara.
Karena cuma satu yang saya yakini hingga detik ini, Allah tidak pernah tidur, itu saja.

Tuesday, December 11, 2012

you wish...

you want to go away..
i let you go and bring your happiness
i didn't ask you to leave a pieces of happiness
just leave me alone,to rearrange my heart that you destroy
let me know the colour of you, you are grey.
thanks for a moment
to give a colour and burn my immortal world
enough.

terjatuh (lagi) dan lagi...

Aku masih ingat hari itu, hari dimana aku terjatuh (lagi). Bodohnya aku, luka akibat jatuh yang sebelumnya saja belum sembuh benar, dan lagi - lagi aku terjatuh. Kali ini, mungkin agak retak, bisa diibaratkan begitu. 
Ini sudah hari kesebelas dari aku terjatuh, dan masih meninggalkan memar. Entah harus dengan obat apa aku menyembuhkannya. Mungkin, kamu punya obatnya?

Wednesday, May 9, 2012

nyata gak nyata..

terbuat dari segumpal harapan dan segenggam impian
kita melangkah di istana awanku
menari didalamnya dengan irama cinta.
disini kita selalu menanti indahnya pagi..
cerianya warna pelangi..
dan menatap bintang-bintang yang tengah membentuk gugusan
hingga aku tersadar bahwa semua ini kenyataan buatan..
kau membawaku turun dari awan tanpa tangga
istanaku tak lagi tampak
tak lagi indah..
mungkin sudah tertiup angin ribut..?
akupun tak tahu..
yang aku tahu,
aku kini berdiri di bumi
bersama bayangmu yang semakin mengabu
tidak lagi nyata berada..
aku rindu tempat itu..
aku rindu istana awan kita..
aku rindu putihmu yang dulu..
bukan kamu yang mengabu..





Wednesday, April 25, 2012

masih..

apakah sudah tak ada lagi yang bisa kupahami?

atau mungkin waktuku telah habis untuk memahami?

entah kali ini aku tak lagi terbiasa..

dan mungkin aku lelah untuk terbiasa..

sekuat mungkin aku mencoba lari,

tapi nyatanya aku masih berdiri disini

di bumi ini..

dan dibawah langit yang sama..

menatap satu bintang kita..


Sunday, February 19, 2012

aku begah...

sejenak aku terlelap dalam kelelahan.
sejuta kenangan pahit yang telah sirna,seolah kembali menghantui
dalam mimpi..aku terduduk pilu..
hadi pula setangkai bunga dengan kelopaknya yang berguguran
aku mencoba berlari..
berkatapun aku tak sanggup lagi..
air mataku terurai sekali lagi..
aku berlari menuju kamu..
Tuhan..haruskah aku terus berlari?
aku lelah...
aku ingin berjalan..
atau diam dijalanku
aku tidak ingin berhenti sampai disini..
aku hanya ingin berjalan sejenak..
aku lelah..
aku begah..













sedetik pun tak lupa

Di lentik jemarimu, rengkuh genggamanku memudar,
 dan kini rindu menularkan sakit kesepian. 
Dan, tujuanku tak kemana. 
Di pinggir bibirmu, kuingin menepi.
Berteduh dari rindu yang mengaduh. 
Sesering kita mengingkari hati, 
 sedalam tak terukur kita membodohi diri sendiri.
Sedalam inginku berlari mengingkari, 
 secepat getarku kembali bertekuk lutut di hatimu, satu-satunya. 
Sedetik tak lupa, sekujur tubuhmu adalah segenap ingatan yang mencetak satu rindu, sebenarnya. 




(Moammar Emka dalam DEAR YOU, halaman 328-329)

Sunday, January 8, 2012

Ketika Langit Menangis

udara menjadi sangat dingin ketika langit menangis

seakan alam ikut berduka dan porak poranda

angin tak hentinya berhembus

tak pelak melihat kepedian itu

aku berlari ditengah kelakar petir

mencari sebuah kehangatan

hingga langkahku terhenti disebuah bangunan tua

aroma lembut olahan kayu jati yang selalu kurindu

seketika aku lunglai..lututku lemah dan aku terjatuh..

ketika jiwa ini terbangun

hati ini berdesir oleh kehangatan yang sebenarnya 

dibalik selimut kertasku 

disini aku terus menanti 

menanti langit berhenti menangis
 
menanti malam laknat berganti pelangi
 


Sunday, December 18, 2011

Malam Laknat

malam ini..

warna langit masih sama seperti malam sebelumnya


langit masih kelabu..

meski beberapa bintang mencoba memberi sinarnya untukku.


sepertinya langit akan hujan


Hembusan angin menerpa wajahku


Dingin.


dan aku tetap bertahan..

malam ini, 

 
Langitku semakin mengeruh..


Kelabu dan redup.


kemana perginya matahariku?


begitu cepatkah ia tenggelam?


padahal pagi baru saja datang..

terima kasih untuk terpaan angin yg menampar wajahku. 

 
dan terima kasih untuk malam yg laknat ini

Tuesday, December 13, 2011

Kahitna - Bintang







biar aku melangkah (melangkah)
menemani bintang menerangi malam
jangan resahkan aku..
yang penting bahagia untukmu selalu kasihku..