Showing posts with label Love. Show all posts
Showing posts with label Love. Show all posts

Saturday, July 13, 2013

DUA

"DUA", sudah pasti adalah angka, urutan, nomor dan yang pasti bukan yang pertama. kecuali yang terucap adalah "SATU". Hahaha, agak bingung ya menuliskan cerita yang satu ini. Saya sedang terkena musibah, ya apapun itu yang merunut duka dan mengena ke hati tetap disebut musibah bukan? :D

Menjadi yang keDUA dalam hati seseorang ,atau menjadi yang ke DUA untuk dipilih di bidang lain, atau menghadapi berbagai pilihan dan itu ada DUA. itu membuat saya tidak tenang, sungguh. Terpikirpun tidak pernah, bahkan tidak pernah mau jika ada yang menawarkan. Dalam hal apapun. Tapi kini saya terjebak dalam logika dan hati saya sendiri.

 Berada di "DUA DUNIA", dunia maya dan dunia nyata. Seolah tengah menjalani sandiwara teater yang menegangkan. Berhadapan dengan beberapa lawan main dengan kualitas akting yang luar biasa. Lelah? pasti.

Saat ini rasanya detik sedang tak bersahabat denganku, aku ingin pergi dari detik yang berdetak, atau menghentikan detik, sebentaaarrr saja...untuk kunikmati apa yang kugenggam sekarang  Apakah bisa? Tentu tidak, aku bukan siapa - siapa yang bisa menghentikan waktu.

Aku menangisi detik yang bergulir begitu cepat, dalam hitungan jam, bahkan hari, saya tak lagi berada di dunia nyata. Tak pula di dunia mimpi. Terombang ambing oleh ombak raya. Tak kusangka aku menjadi gadis yang murah menorehkan air mata.

Kepada siapa aku dapat bertanya? Kepada siapa aku dapat percaya?
Bertumpu pada ujung kaki, berharap tak ada lelahnya kaki ini melangkah. 

Tuhan, mengapa DUA yang ada sekarang. 
Kamu, dia, bahkan mereka.

Kembali aku menelan ludah saat melihat DUA didepan mata. 

Diam, enggan bergerak melawan waktu, dan DUA.

Thursday, June 13, 2013

ini yang terakhir..

Seolah tak ada lelahnya kaki ini berjalan, meski telah terseok, tertatih, hingga terlantak.
Mungkin aku terlalu menikmati taman duniawi yang terpampang indah.
Tanpa aku pernah menyadari bahwa semua fana.
Bahwa nyata atau tidaknya bunga, aku pun belum mampu.
Rintik hujan kembali membasahi langkahku.
Tertatih aku melangkah pergi dari lingkaran tak berujung ini.
Entah berapa kali aku berjanji pada mama untuk tak pergi ke sembarang tempat.
Agar tak tersesat dan menangis.
Mama, aku berjanji, ini akan menjadi yang terakhir.

Monday, June 3, 2013

diam

Diam, dan mengundang tanya. 
Diam, menyembunyikan jiwa yang terguncang.
Diam, dan menutup mata.
Diam, bersembunyi dibalik ketakutan.
Diam, berurai air mata.
Diam, mencari arti.
Diam, menelan kenyataan.
Diam, membuka mata.
Diam, dan pergi.

Saturday, December 22, 2012

My Incredible Mama :)

Kembali lagi di Hari Ibu. Sebenarnya menurut saya everyday is mothers day. Karena hidup saya yang tak pernah luput dari mama sebagai nafas kedua saya. Setiap hari bertemu, tidur bersama dan saya selalu bercerita tentang kehidupan saya. Perbedaannya adalah, 22 desember ditetapkan sebagi Hari Ibu, jadi semua merayakannya dengan mengucapkan "Selamat Hari Ibu". :)
Ibu, saya memanggilnya mama. Postingan kali ini, saya dedikasikan untuk beliau. 

Mama
Orang yang melahirkan saya 25 tahun yang lalu dan tak pernah luput memperhatikan saya. Orang yang paling saya takuti sejak saya masih kecil hingga kini. Karena saya paling malas ditegur oleh beliau, terkesan beliau ini ingin selalu yang sempurna untuk saya. Padahal tidak ada satu manusiapun yang bisa sempurna. Itu pemikiran saya waktu kecil.

Mama
Temen berantem dan adu argumen yang "seru" dalam segala hal. Banyak ketidakcocokkan pemikiran yang ternyata adalah, beliau hanya ingin segalanya terbaik untuk saya. Sekalipun saya malas mendengarnya, hahaha. Tapi kalau argumennya tidak dijawab, rumah rasanya sepi.. :D

Mama
Sahabat setia dikala susah, sedih, senang, kaya, miskin, dan apapun keadaan saya.

Mama
Sekaligus papa dikehidupan saya kini. Juga pacar dikala saya sendiri. Sahabat disaat saya sepi.

Mama 
Tak gentar melawan permasalahan apapun yang mendera keluarga ini. Sejak ditinggal papa, beliaulah yang menjadi tulang punggung keluarga ini. Terlebih saat kami masih mengenyam pendidikan sejak sekolah dasar, beliau tak kenal lelah bekerja dan menafkahi kami.

Mama
Buku harian paling setia didalam hidup saya.

Mama
Tidak pernah meminta sepeserpun jerih payah anaknya yang telah mampu mengidupi dirinya sendiri, bahkan hingga detik ini, kami yang berebut untuk membagi jerih payah kami pada beliau. Semua untuk beliau.

Mama
Tidak pernah bosan menasehati saya, justru saya yang terkadang bosan dinasehati terus menerus, hahaha. Terkesan saya tak mendengarkan, padahal sih saya menelan bulat - bulat dan memikirkannya. 

Mama
Seorang yang perfeksionis untuk anak - anaknya. Terlebih kepada saya.

Mama
Bisa menjadi tempat curhat siapapun yang datang kerumah ini. Ibu - ibu tetangga bahkan teman - teman sayapun terkadang curhat sama beliau.

Mama 
Seseorang yang harus saya kenalkan kepada siapapun yang sedang menjadi pacar saya. Beliau seorang juri yang sangat hebat.

Mama
Orang yang bisa membuat saya menangis setiap mengingat beliau. Pekerjaan saya kali ini membuat saya banyak merindukan beliau. Waktu yang kami miliki tak lagi banyak untuk sekedar bercerita apalagi jalan - jalan seperti dulu. Beliaupun banyak dirumah, walau terkadang jalan - jalan bersama temannya tanpa saya.

Mama
Orang yang sangat ingin saya bahagiakan dalam setiap keadaan. Walau nyatanya mungkin saya masih belum bisa jadi anak yang baik dan penurut, tapi setidaknya gak suka melihat beliau sedih dan terlihat berpikir.

i'm very thankful to have incredible mama like you, and i'll always try to be a daughter that you can be proud of. i'll always try for this. and i wish i could.

wish you always happy, long life , and Allah will always save you wherever you are.

Love you mama. 



with lot of love
your daughter



"You were there for me to love and care for me,
When skies were grey, 
Whenever I was down, 
You were always there ,

To comfort me ,


And no one else can be..
" - Boyz II Men

Tuesday, December 11, 2012

kepadaMU aku kembali.

-menanggapi postingan sahabat di blog sebelah-

-kepada siapa hakikatnya manusia akan kembali? kepada Tuhan yang menciptakan manusia-
Itu adalah kalimat sangat logis menurut saya.

Saya, baru menapaki dunia baru, dunia yang sebelumnya belum pernah saya pahami. Saya belajar hingga mencapai anak tangga ini melalui segala macam proses. Proses itu membuat diri ini (mungkin) berubah.

Hey, saya masih Tiara yang dulu, yang pertama kali kalian kenal. Tak ada yang berubah apapun dari saya. Si menja yang menggemaskan? si kere yang menyenangkan? atau si bodoamat yang tetap berupaya 'care' pada orang terdekatnya? hahaha. Pasti itu yang kalian rindukan. pede dikit gapapa kali ya? :p

Saya merasa beruntung memiliki banyak sahabat. Mungkin untuk menyebutkan satu persatu saya tak sanggup. Sahabat yang mengerti dan paham siapa saya. Sahabat yang selalu ada setiap hati ini ingin meluapkan apapun yang ingin saya katakan. So many thankful to be this.

Pribadi saya takkan pernah melupakan sifat baik anak manusia.
Sejak kecil selalu ditanamkan agar tak menjadi 'kacang yang lupa pada kulit'.
Saya belum menjadi apa - apa, lalu harus membanggakan apa?
Tak pelak saya tenggelam dalam kesibukan utama.
Dan membuat saya sejenak melupakan bunyi blackberry.
Bukan berarti saya tuli dan buta akan infotemen.

Well, saya bahagia dengan keadaan saya sekarang. Dikelilingi orang - orang yang penuh kasih sayang.
Tak harus kekasih, orang tua, keluarga, dan sahabat yang selalu ada disaat saya susah, sedih, dan senang.
Umur manusia sungguh singkat, bahkan tak ada yang tau kapan kita kembali padaNYA.

Kemanapun saya pergi, rumah adalah tempat saya kembali.
Sebahagia atau sesedih apapun jiwa ini, kepada kalian saya akan mencari.
Hingga diujung usia saya nanti, hanya kepadaMU Tuhan aku akan kembali.

Ini hanya masalah waktu,
waktu dimana kita akan bangkit dari kesakitan, atau tenggelam dalam rasa sakit.
waktu dimana kita akan menerima segala kebahagiaan tanpa batas waktu.

Setiap manusia punya masa lalu, punya masa yang buruk dan punya pilihan dalam hidupnya.
Tetap terpuruk atau bangkit dan berlari,
Terus berjalan, atau jalan ditempat.
Tenggelam dalam lautan air mata, atau berenang ke tepian.

Ayolah...bedamai dengan masa lalu, tegarkan hati.
Hadapi dengan kebijakan.

By the way ini jadi ngelantur loh dari komentar untuk postingan si sahabat, hihihi.

Pada akhir tulisan ini, dan kembali ke topik.
Setiap orang pasti akan berubah, terlalu munafik kalau saya berpendapat tak kan ada manusia yang berubah, Toh nyatanya banyak yang berubah dalam hitungan menit.
Mungkin anda yang selanjutnya berubah setelah membaca postingan ini, hehehe.

Well, thank you @incredibledinna untuk postingan yang menyenangkan,
Terima kasih telah menjadi sahabat yang sangat sangat apa adanya. ;)

terjatuh (lagi) dan lagi...

Aku masih ingat hari itu, hari dimana aku terjatuh (lagi). Bodohnya aku, luka akibat jatuh yang sebelumnya saja belum sembuh benar, dan lagi - lagi aku terjatuh. Kali ini, mungkin agak retak, bisa diibaratkan begitu. 
Ini sudah hari kesebelas dari aku terjatuh, dan masih meninggalkan memar. Entah harus dengan obat apa aku menyembuhkannya. Mungkin, kamu punya obatnya?

Wednesday, October 24, 2012

aku diatas normal

Akhirnya langkah ini berpijak di tanah datar
Jalan bertapak dimana kerikil kecil masih banyak terhampar
Aku berjalan serasa melayang
Meski kaki ini menapak, langkahku terasa ringan
Langitku cerah bertiup angin surga
Oh bahagianya aku kini
Dapat merasakan kembali hangatnya mentari pagi
Kicau burung menyambut jiwaku yang baru
Aku terus melangkah kedepan
Menanti sang pelangi diujung senja
Pipiku bersemu merah muda
Entah apa yang kurasa
Yang aku tau, aku diatas Normal.


Logic will get you from A to Z, imagination will get you everything 
- Albert Einstein

Sunday, September 9, 2012

my Big bro Wedding ;)

Sudah 1 minggu berlalu, tepatnya tanggal 1 September.2012 yang lalu, mas Rino, abang saya yang nomer 2 akhirnya melepas status lajangnya. Yeaayy... punya kakak ipar baru lagi. Bahagia bercampur haru mewarnai detik - detik saat ijab qobul. Tentunya aku dan mama yang paling merasa kehilangan sosok beliau. Karena penghuni rumah jadinya tinggal aku dan mama.
Yaa...namanya juga hidup, pasti akan ada yang meninggalkan dan ditinggalkan.
i hope, he's been happy ever after.
Congratulation big bro! (^,^)

my BigBro wedding ;)

Tuesday, July 10, 2012

tak ada yang abadi

"tak ada yang abadi",mungkin itu adalah kalimat yang benar - benar nyata dan ada.
setiap helai nafas dan jantung yang berdetak, adalah milik Allah.
semua yang bernyawa akan kembali padaNYA.
Kemarin (9/7), seorang ibu, tante, saudara tercinta kami,mengehembuskan nafasnya yang terakhir.
Seketika kami sekeluarga dirundung duka yang mendalam.Virus kanker menggerogoti tubuhnya perlahan tetapi pasti melalui proses di 3 tahun terakhir ini. Aku memanggilnya Tante Elly, beliau adik perempuan mama (yang urutannya tepat dibawah mama). Aku terbilang cukup dekat dengannya. sejak beliau sakit dan sering bolak balik Jakarta - Palembang, intensitas tersebut membuat kami jadi sering bertemu dan bercengkrama.
Beliau sering bercerita tentang keluarga besar kami, kenanganku sewaktu kecil, almarhum papa, almarhum kakek - nenek dan masa muda beliau sendiri. Tak jarang pula aku bercerita mengenai kehidupanku saat ini, dan juga beberapa kali beliau tidur denganku selama di jakarta. Aku suka sekali jika bercerita padanya, karena selalu diberikan respon atau saran yang positif. 
Hingga saat berita duka itu tiba, seakan aku tak ingin mempercayai semua ini. Terngiang segala pesan yang pernah diucapkan olehnya, air mataku terus membanjiri pipi. Sedih akan kenyataan terjadinya firasat yang telah kurasakan sejak lama. Tersadar bahwa segala yang kita punya adalah titipan Allah dan akan kembali padaNYA, pun itu diri kita sendiri. 
Belajar untuk ikhlas menerima dan melepas apapun yang tengah kita genggam, takkan abadi.. pasrah kepada segala ketetapan Allah SWT, dan percaya pada Qada dan Qadar. 
Hanya bisa berdoa dan berharap beliau diberi tempat terbaik oleh Allah SWT begitupun Papaku.

Dan malam ini, kucing kesayangan keluarga kami yang diberi nama Okem pun turut menghembuskan nafas terakhirnya. Virus jamur yang masuk melalui lapisan bawah kulit(bulu) menumbuhkan jamur disekujur tubuhnya, dan aku terlambat untuk membawanya ke dokter hewan. Ketika pagi tadi aku membawanya ke Pet Shop langganan kami untuk dimandikan dan di vaksinasi, ternyata suhu tubuh dan kondisi jantungnya sudah sangat melemah..sehingga tidak memungkinkan lagi untuk diinfus. Dokter memberi aku 2 pilihan, suntik mati, atau infus yang akan bertahan selama 12 jam. Tentu aku memilih infus sebagai upaya terakhir penyelamatan jiwa okem. Ternyata Allah berkehendak lain, mungkin ini adalah cara Allah agar tidak terlalu tersiksa. Dua hari berturut - turut aku mendapat kabar duka yang sungguh menyedihkan. 
Ikhlas..ikhlas dan ikhlaskan hati ini ya Allah...bahwa semua yang ada di dunia ini adalah titipan Allah dan semua akan kembali padaMU. 

♥See you in another life aunty... :'(

Thanks for being my little sister,i'll be missing you Okem.. :'(

Friday, June 22, 2012

Cukup 3 hari.

Hollaaa....untuk keDua kalinya saya harus check in di sebuah tempat bernama Rumah Sakit. Beberapa kali jatuh bangun dengan segala macam penyakit 'manja' dan akhirnya benar - benar dibuat drop oleh si Virus.


Selasa malam, 19 Juni 2012
saya menuju UGD dengan suhu tubuh tinggi memanas dan letih lunglai. Hingga hasil laboratorium menyatakan bahwa saya mengidap Leukosit berlebih yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan Demam,Asam lambung meningkat dan Lemas. (menurut  saya sih,bahasa gaulnya kecapean.)
Dokterpun menyarankan untuk opname. Setelah mendapatkan kamar, saya terlelap sendiri karena mama tidak bisa menemani.


Rabu, 20 Juni 2012
Hari kedua, keadaan belum banyak perubahan, tapi Alhamdulillah termometer menyatakan bahwa demamku mulai turun. Tapi lidah masih tetap pahit. Keadaan semakin membaik ketika para penjenguk membawakan buah tangan sesuai kesukaanku , hehehe. Maklum,namanya juga lagi sakit, pasti dimanja banget, hehehe.


Kamis, 21 Juni 2012.
Hari ketiga dan juga malam terakhir  saya  berada disini. Kondisi semakin membaik dan  saya  ingin segera pulang. Karena kesepian juga sih 3 malam di rumah sakit dan sendirian, hehehe.


3hari berada disini,  aku  banyak belajar. Belajar mandiri, belajar menghargai kesehatan, dan belajar ikhlas untuk menerima apapun suratan takdir Allah. Ketika malam datang, aku kembali akan terlelap sendiri, disaat itu aku benar - benar merasa kesepian. Terasa begitu berat melalui apa yang telah luluh lantak di jiwa ini.



3hari berada disini, membuatku mengerti, bahwa sakit yang ada semua berasal dari hati. Ketidak ikhlasan hati ini belum mampu melepas semua yang telah terjadi. Dan aku mengerti, bahwa ini jalan hidup yang harus kulalui. Aku tak boleh lagi takut untuk kembali menciptakan mimpi.


3hari berada disini, teringat sejumlah mata pelajaran yang Allah beri sejak awal tahun hingga pertengahan tahun 2012 ini. Kuikhlaskan jiwa dan hati ini untuk melepas segala rasa lelah, perih, benci, dan sakit hati. Kubuka lembaran baru dengan rasa yang baru, dan hati yang bersih. 


3hari berada disini, dan untuk segala hal yang telah berlalu, Hati, aku ingin berdamai. 


"hidup bukan tentang menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.."  - Moammar Emka

Thursday, June 14, 2012

"Aku Bisa Terbang"

Kepada malam aku bercerita
Tentang kita, kamu, dia, dan mereka
Menghinggap di satu dahan, menatap nanar luka di sayap kananku. 
Terketuk sebuah tanya akan musim yang telah berganti.
Detik bergulir tanpa terasa
Bahkan aku rasa tak nyata
Ah, Rasanya aku ingin segera bertemu matahari
Agar tak menikmati biru hitamnya malam ini
Kutatap bejana kenangan yang tlah retak
Aku bukan pelipur mimpi
Atau untuk berilusi
Aku bukan serpihan bejana itu
Kukibaskan sayap kananku
Bersiap untuk kembali terbang
Menuju ribuan mil seberangi lautan
Untuk bertemu matahari, dan kepada pagi aku akan bercerita,
"Aku - Bisa - Terbang".

Thursday, June 7, 2012

Zona Abu to Zona Waktu

Malam kesekian yang telah terlewati, Ada yang mengalir tak disengaja. Dari kepala lalu ke hati. Sedikit nyeri dan menimbulkan sesak.
Sesaat tersadar bahwa inilah runtutan hidup yang harus kulalui.
Meski langkah telah berada diujung tapal batas. Aku siap keluar dari zona abu. Entah mau atau tidak, mau tidak mau hidupku bagai candu oleh jenis psikotropika macam apapun aku tak tahu, Candu tawa, Candu riang, Candu merah muda.


Rasanya enggan untuk menoleh ke belokang. Untuk kembali menelaah setapak demi setapak, sebait demi sebait cerita yang tertoreh. Hitam Putih menggores langkahku.


Dunia ini luas, sehingga tak ada yang tau dimana jalan ini berujung. Begitupun dalamnya hati manusia, takkan ada yang dapat mengukur.


Sayup terdengar detak jantung arloji, aku telah menghiraukan detik - detik yang merintih.. detik yang sayup meronta sejak  kuberpijak disini.. Rasanya ingin kuhentikan waktu, tapi apa dayaku jika waktu yang kita rasa tak pernah nyata.

Ada sedikit kekecewaanku pada dunia, hingga apatisme tanpa berbuat apapun menjadi candu yang sedikit banyak melahirkan ketergantungan karena keindahannya.



Tuhan, aku tahu, aku mampu bersamaMU
meratakan kecewa,mengundang tawa.
sampai pada akhirnya kebahagiaan itu takkan sungkan bertubi datang.


Kututup pintu pagar pembatas. Kutinggalkan zona abu. 


Menginjak zona waktu, 
dan untuk yang tlah lalu.


Aku ingin berdamai.


"this is how it goes, i will respect those who respect me, and forget those who forget me. simple as that."

Tuesday, May 22, 2012

belajar dari dhika

Setelah sekian lama hilang contact, akhirnya saya ketemu lagi sm sahabat lama saya. Sahabat SMP tepatnya. Dhika yang gw kenal itu anaknya manja, dan keras kepala. Yaa gak beda jauh deh sama saya,hehehe. Pertemuan kala itu dhika bercerita mengenai kepergian sang pacar ke pangkuan illahi. Rona kesedihan terpancar jelas diwajahnya. Namun dia tetap tersenyum menceritakan segala hal tentang sang pacar dan menerima bahwa semua ini adalah takdir Allah. Sejuta rasa rindu yang menumpuk, membuatnya berharap akan hadirnya sang pacar didalam mimpinya.
Aku terpaku diam mendengar ceritanya. Akupun saat ini tengah merasa kehilangan seseorang yang kusayang. Entah apa namanya, tapi kalimat terakhir yang kuterima adalah mencoba untuk sendiri - sendiri dan saling introspeksi diri. 
Oke,cukup curcolnya,kita kembali ke dhika. :)
Ketika dhika bercerita detik - detik kepergian sang pacar, hatiku terenyuh.
Aku tak pernah bosan untuk mendengarkan, meski dhika sudah berkali - kali bercerita. 
Hingga kini aku masih belum bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi Dhika. Kehilangan orang tersayang disaat segalanya terasa indah. Sang pacar pergi dan tak akan pernah kembali. Sedangkan aku? meski si dia pergi, mungkin sesekali waktu aku masih bisa menemuinya.
itulah kematian. Takdir Allah yang tak bisa diterka oleh siapapun. 

Aku teringat ucapan dhika kala itu,"Gwpun pernah break sm dhyo karena masalah yg sama kya lo. Dan disitulah akan terlihat usaha kita dalam memperjuangkan hubungan ini. Jika kita memang sama-sama sayang, gw akan berubah dan saat itu dhyo juga berubah. gw harus pengertian,dan dhyopun juga harus mengerti. itulah Relationship. 

Aku kembali berpikir dengan apa yang sebenarnya terjadi, bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi moment introspeksi dalam suatu hubungan itu memang dirasa perlu, untuk kedepannya agar menjadi sama - sama berbah menjadi yang lebih baik. 

Entah apa yang harus kulakukan sekarang, aku begitu pasrah pada keputusan Allah.  Aku harus ikhlas menerima segala takdir Allah, meski harus kehilangan Dia yang saat ini menjadi kesayanganku. Karena mungkin dilain waktu nanti aku masih bisa bertemu dengannya, bukan seperti dhika yang tidak akan pernah bertemu Dhyo lagi di dunia.

don't ever feel alone, because you're never be alone in mortality. although later,we will die alone..

Wednesday, May 16, 2012

on papa birthday :)

Hai, kali ini aku mau sedikit bercerita, atau curhat tepatnya. :)
Beberapa hari yang lalu itu, tepatnya tanggal 12 Mei 2012, adalah Hari Ulang Tahun Papa yang ke 65, (kalau papa masih ada). Sejak 16 tahun yang lalu kepergian beliau, dihari lahirnya itu, aku hanya bisa berdoa dalam uraian air mata. Setumpuk rindu dan sejuta harapan selalu kupanjatkan untuknya. 


Sering kali ketika aku berkunjung ke'rumah'nya, aku bercerita panjang lebar mengenai kehidupanku. Seperti orang gila yang berbicara sendiri pada sebuah dinding nisan. Entahlah, namun itulah caraku untuk mengurangi rasa kerinduanku bercerita padanya. 
i Love you papa :)


Kali ini aku tak datang tepat waktu, aku datang di tanggal 13 Mei. Dan aku tidak sendirian. Dihari itu, aku telah berencana untuk memperkenalkan seseorang yang memang sudah lama ingin aku perkenalkan pada papa. Dia orang yang selalu mendengarkan keluhan - keluhanku di beberapa bulan terakhir ini. Dia juga yang telah mengajarkan aku untuk lebih bersabar dalam menghadapi apapun, termasuk dirinya, hehehe. 


Ini kali kedua aku datang bersamanya, entah mengapa baru kali ini aku berani memperkenalkan seorang lawan jenis dalam konteks 'bukan teman'. Aku kembali berceloteh dan bercerita panjang lebar mengenai orang ini, tapi tentu tidak didepan orangnya, karena beberapa saat setelah aku memperkenalkan, dia agak sedikit menjauh untuk memberiku ruang bercerita.  



Well, this is the first time i introduce someone that i love. Wouldn't expect too much, just one, when I come back here again later, i'm still with him. Happy birthday papa! 

Sunday, March 18, 2012

Redi yg selalu 'Ready'

Redi, sebuah nama yg cukup keren sesuai perawakannya yg gagah berani dan tampan. Redi itu cuma plesetan kata dari 'RED' yg artinya merah. Saya bertemu dengannya kurang lebih satu tahun yg lalu. Saya mulai menyukainya dan diapun tampaknya cukup menyukai saya. Beberapa kali kami menghabiskan waktu bersama. Ditambah saat itu saya lagi gak punya pacar, jadi Redilah yg selalu menemani saya kemana mana.

Redi juga terkadang punya sifat manja, biasanya redi manja kalau dia udah lama gak disentuh oleh saya, dan lucunya, redi seperti gak mau diwakilkan oleh orang lain. Terkadang ikatan batin kami menyatu, mungkin karena saya suka sayang - sayang dan mengajak dia ngobrol atau curhat, hehe.

Redi slalu ada disaat saya senang, susah, kaya, miskin, sayangnya dia selalu diam ketika saya bertanya.  Mungkin kalau dia bisa bicara, sudah habis saya dicaci maki sama dia. Dan pasti dia akan lebih bawel dari mama saya,hehehe.

Redi yg selalu Ready, meski dia selalu diam, namun sikapnya tetap menyenangkan. Redi cukup pengertian untuk gak minta 'jajan' di tengah bulan. Biasanya dia minta jatah di akhir atau awal bulan. Yaa..minta jatah preman bulanan. hehehe.

Saya sayang Redi, karena hingga saat ini dia tidak pernah mengeluh dengan beban yang ada dipunggungnya. Dia cukup pengertian dan sabar sebagai sebuah motor yg punya majikan seksi seperti sayam hahaha.

dan Redi akan selalu Ready setiap saat,. saya yakin itu.

Wednesday, March 14, 2012

9 hari tanpa mama..

9 hari tanpa mama,dan sangat banyak perbedaannya.. 


day #1 : bangun yg kesiangan,biasanya sarapan udah tersedia,dan di hari pertama ini gw lagi berpikir mau beli makanan jadi, atau belanja dan masak sendiri.


day #2 : Masuk pagi dan gak sarapan. Ini sesuatu banget cing.. bangun tidur dengan perasaan super laper, kerja masuk pagi, dan lagi - lagi kesiangan dan gak sarapan.


dan begitu seterusnya hingga 


day #8 : saat gw libur dan bangun siang, gw kembali terbangun dengan perut lapar. isi kulkas habis dan itu artinya gw harus belanja. ini kedua kalinya gw belanja di tukang sayur setelah keberangkatan mama ke pulau seberang. Beberapa hal yg gw (akhirnya) tau adalah, Harga Bayem seiket Rp,500,00 saja. Speechless bangeettt! Okey, siang ini gw memutuskan untuk memasak Spaghetti yg menurut gw lumayan enak rasanya. Bukan karena gw yg bikin juga sih..hehehe,tapi walaupun agak pedes masih layak banget kok untuk dimakan,apalagi dijual,haha.


day #9 : Ini hari terakhir tanpa mama, karena rencananya besok sore mama akan kembali ke rumah ini. yippiiee.. hari ini gw masak Sop Bakso dan telor dadar kornet(lagi). Sop bakso gw kali ini lumayan banget rasanya,yaa..gw selama ini kan belum pernah meracik langsung, jadi berusaha ngikutin aja apa yg biasanya mama masak.




Okey, 9 hari tanpa mama. Gw serasa jadi ibu rumah tangga dadakan. Walaupun hobi memasak tersalurkan, apalagi hobi makan karena gw harus terus menghabiskan apa yg udah gw masak. Beres-beres rumah, walaupun udah ada si mbak,gw jadi semakin harus tau diri karena apa yg udah gw rapihin sayang banget buat gw berantakin lagi.


9 hari tanpa mama, gw mulai sadar dengan apa yg menjadi kebiasaan buruk gw selama ini.


9 hari tanpa mama, membuat gw mengerti, waktu sangatlah berharga.


9 hari tanpa mama, hidup gw sepi..gak ada temen ngobrol dan tempat gw curhat panjang lebar.


9 hari tanpa mama, gw menjadi mandiri.


dan 9 hari tanpa mama, gw ga ada apa - apanya..


ME MISS YOU MAM...







Sunday, February 19, 2012

sedetik pun tak lupa

Di lentik jemarimu, rengkuh genggamanku memudar,
 dan kini rindu menularkan sakit kesepian. 
Dan, tujuanku tak kemana. 
Di pinggir bibirmu, kuingin menepi.
Berteduh dari rindu yang mengaduh. 
Sesering kita mengingkari hati, 
 sedalam tak terukur kita membodohi diri sendiri.
Sedalam inginku berlari mengingkari, 
 secepat getarku kembali bertekuk lutut di hatimu, satu-satunya. 
Sedetik tak lupa, sekujur tubuhmu adalah segenap ingatan yang mencetak satu rindu, sebenarnya. 




(Moammar Emka dalam DEAR YOU, halaman 328-329)

Sejuta Rindu di 'rumah' Papa..

Sore ini setelah puluhan hari lamanya aku tidak main kerumah papa. Ya..'rumah' mungkin aku terlalu naif menyebutnya 'rumah'. Entah kenapa hingga saat ini aku masih belum ingin  mengatakan 'tempat terakhir'nya itu dengan tempat yang biasa disebutkan banyak orang.
Mungkin ini adalah saat-saat dimana aku tengah membutuhkan dirinya.. sungguh membutuhkan dia..
terkadang aku iri ketika teman - teman sebayaku bercerita tentang kebersamaan mereka dengan ayahnya..
aku seperti anak kecil ya?hehehe..
Hingga sore ini aku memutuskan untuk mengunjungi rumahnya,ya..rumah terakhirnya.
Kupercepat langkahku menuju tempatnya berbaring. Jiwaku terlantakan sekejap..dan aku terduduk lesu di samping nisan papa..
Tak sadar air mata ini bergulir deras..ya..dan aku kembali menjadi gadis kecilnya yg cengeng.. menjadi Ajeng beliau sangat kenal..
Aku mengoceh seperti anak remaja yang tengah menuliskan cerita pada sebuah buku diary..
Aku menangis seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan yang kuinginkan..
Aku merengek seperti balita yang diabaikan.
Aku benar-benar menumpahkan segala emosi yang ada..
Tangisku terhenti, bersamaan dengan suara orang mengaji di surau..dan aku tersadar bahwa adzan  maghrib akan segera berkumandang..
Ya Allah.. aku merasa ini sebuah kesalahan...
Aku datang membawa air mata dan segala emosi yang bergejolak..
aku menemuinya bukan untuk membawa berita bahagia untuknya..
Ya Allah..jiiwa ini sungguh rindu beada didekapnya..
Izinkan aku bertemu dengannya meski hanya dalam bunga tidur..
Beri aku umur panjang untuk berkunjung lagi ke 'rumah' beliau..untuk menyampaikan berita bahagia..
Jaga ia di sisiMU selamanya..

Thursday, January 5, 2012

Cerita dari Lampung

Hollaaaa....
          Dipenghujung tahun 2011 yang lalu saya memutuskan untuk mengambil tahunan. Ditemani oleh seorang pria yg beberapa bulan terakhir ini mengisi hari-hari saya, kami memutuskan untuk mengunjungi kota Lampung. Disamping dia ingin reuni bersama sahabatnya semasa kuliah, juga kami ingin mengunjungi beberapa objek wisata yang cukup menarik di kota itu. Perjalanan kami tertuju ke Danau Ranau dan Pantai KRUI. Akhirnya perjalanan dimulai, saya, dia dan ketiga orang teman lainnya


         Danau Ranau terletak di kabupaten Liwa. Untuk sampai ketempat ini membutuhkan waktu sekitar 8 - 9 jam. Cottage tempat kami menginap tepat berada ditepi danau. Dermaga disediakan untuk pengunjung yg ingin berenang. Atau sekedar menikmati pemandangan.Danau Ranau dikelilingi oleh hutan lindung yang disebut Taman Nasional Bukit Barisan. Danau Ranau terbentang luas dihadapan saya, airnya biru gelap hampir keabu -abuan. Didepan cottage tempatku menginap, terdapat Gunung Seminung. Katanya sih..danau ini terbentuk 2juta tahun yang lalu akibat dari letusan gunung dan tergenang air. Karena luasnya hampir 50km, danau ini terletak di dua propinsi, sebagian di sisi selatan masuk Propinsi Lampung dan sebagian lagi sisi utaranya masuk ke Propinsi Sumatera Selatan, Perahu disediakan bagi para turis atau pengunjung jika ingin berkunjung ke sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau serta air terjun dikaki gunung Seminung.

          Setelah menginap semalam dan puas menikmati Danau,kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Dengan jarak tempuh kurang lebih 4jam,akhirnya kami tiba di Pantai Krui, atau lebih tepatnya Pantai Tanjung Setia. Kedatangan kami disambut oleh deru ombak dan sejuknya hembusan angin pesisir. Kami memilih Surf Camp Paradise,yg tepat berada di depan pantai. Selain harga yang relatif murah, surf camp kami menghadap langsung kepantai, jadi langsung bisa menikmati sunset


        Setelah beristirahat sejenak,matahari tampak semakin kemerahan dan itu menandakan Matahari akan segera terbenam atau yg biasa disebut Sunset. Alhamdulillah..saat seperti ini sangat aku impikan. Melihat sunset dipinggir pantai bersama orang tersayang. -wuiiii romantis banget ye?-
Hingga malam yg dinantikanpun tiba. Perayaan Malam Tahun Baru di pantai dengan ledakan ratusan kembang api dan petasan,sukses mewarnai langit malam pantai tanjung setia. Waaaoww this is the best part of my vacation. :)

         Hemmm...gak terasa, tiba saatnya untuk kembali ke peradaban ibukota. Dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam, kami kembali ke kota Bandar Lampung. Liburan tahun ini sungguh terasa berbeda dari tahun - tahun sebelumnya. yg pertama, saya berada diluar kota, yg kedua bersama orang terdekat saya saat ini, yang ketiga i've got permission from Mama!! Yeaayy... i'm so glad to have you mam. Dan akhir dari kisah perjalanan menyenangkan ini, When i decide to leave someone, and i found better guy and i called him Mr.Unpredictable. And i think,Allah will set everything right for me, and everything will be fine. 
And i'm ready to face the world. Welcome 2012!!



Thursday, December 22, 2011

Menu Sempurna dari Mama

Teriakan Mama membuatku terjaga..

Kejutan manis telah hadir ditepi pembaringan
Secangkir semangat, Sepiring Harapan, dan semangkuk kesabaran.

Disertai senyum ikhlas, menu pagiku kian lengkap..

Mama tak pernah menuliskan pesan cinta..

tapi menurutku, beliau melakukan ini semua dengan penuh rasa cinta..

Terima Kasih untuk menu pagi yang sempurna,

Terima Kasih telah menjadikan aku seorang Tiara dengan segala kekurangan dan kelebihannya..


Terima Kasih telah mengajarkan aku arti kehidupan.

Terima Kasih ya Allah..telah menjadikan wanita ini Ibuku.
  
Selamat Hari Ibu 

Mama... :)